Langsung ke konten utama

Postingan

Rumah dan Jarak

Sebelumnya, maaf kalau agak mellow postingan gue kali ini. But hope you can enjoy.  Hujan rintik rintik mengiringi gue disaat gue menulis postingan ini. Postingan yang seharusnya udah gue buat beberapa hari yang lalu, namun tertunda karena beberapa alasan tertentu. gue nanar, memandang layar ponsel yang terus menyala terang bersama dengan suara Aria Dinata vokalis Samsons yang mulai mengalun perlahan memasuki lubang telinga.  Gue memang benar benar ingin menceritakan bab ini, ya karena kurang lebihnya gue ingin membuat sebuah pengakuan. Soal petualangan gue beberapa bulan yang lalu. The real life is coming when you done graduation from your school. Itu bener, itu terjadi juga sama gue. Dan bahkan seharusnya gue sudah merasakan hal itu beberapa bulan, jauh sebelum gue lulus. Kesepian, tengok kanan kiri. Gak ada orang, cuman ada ortu yang lagi sibuk. Seketika terbayang suasana kelas yang ramai, penuh sesak dengan anak yang kelakuannya beraneka rupa. Ada yang bandel s...

Dna Peterpan dalam Noah

 Kalau kita ngomongin Noah, pasti nggak pernah jauh jauh dari Peterpan, pendahulu Noah yang terus membayangi Noah di setiap karyanya.  Seharusnya kita tahu, Noah dan Peterpan adalah Dua nyawa yang berbeda. Peterpan muncul dengan musik setengah rock (slow rock, pop rock atau apalah) sedangkan kita tahu aliran setengah rock ini emang disukai banget sama orang indo, ambil saja contohnya almh nike ardila, bahkan saat ia sudah meninggal hampir 25 tahun lebih itu musiknya masih nyaman di telinga kita. Sedangkan Noah hadir dengan "versi lebih dewasa" dengan mengusung musik yang lebih halus. Hadirnya david sebagai pengisi posisi yang ditinggalkan andika memang mengubah komposisi musik Peterpan/Noah menjadi lebih halus dan mewah.  Btw Noah baru ngeluncurin album baru, keterkaitan keterkaitan begitulah judulnya. Tapi sayangnya album ini juga jadi perpisahan antara Noah dan Uki, hmmm.... First ekspektasion gue Album kali ini bakal tetep pakai Nyawa Noah didalamnya, but n...

Filosofi dan tutorial ngarit yang baik dan benar.

Hai, udah lama gue nggak ngeblog nih, ada yang kangen nggak? Nggak ada? Oh yaudah. Oke tanpa basi-basa lagi, kali ini gue akan share ilmu yang agak agak bermanfaat buat kalian semua, yaitu gue bakal ngeshare tata cara ngarit yang baik dan benar. Oke tanpa bersabda lebih panjang lagi, mari kita mulai, cekidot. Sejarah Ngarit, atau dalam bahasa indonesia kita menyebutnya "mencari pakan ternak di ladang." (Agak panjang emang, jadi, supaya ringkas kita singkat jadi mptdl/ ngarit.) adalah suatu masa dimana kita membabat rumput secara biadab dan membabi buta untuk dijadikan pakan oleh hewan ternak kita misal, Kambing, Sapi, Ayam, T-rex, pteronodon atau semacamnya. Menurut legenda, ngarit sendiri ditemukan oleh seorang pakar biologi bernama hernandes smahantutn. Di kepulauan madagaskar. Saat itu hewan ternak yang ia pelihara mengalami kelaparan, dirinya kebingungan menuruti nafsu makan hewannya tersebut, karena beberapa hari sebelumnya, beliau sudah mencoba memberi nasi padang...

Sebuah cerita dari kawan lama

 Jaman Sd adalah jaman dimana kita masih polos polosnya. Mulai dari jadwal suntik tahunan yang horor, pernah dapet nilai 0 gara gara nggak bisa bedain bilangan ganjil dan bilangan genap dan pengalaman pengalaman polos gue lainnya pernah gue lakuin dijaman ini, bahkan gue kadang gue suka mikir "kok gue sepolos itu ya?". Ngomong ngomong soal Sd, Gue punya temen namanya Ahmad hisyam tapi demi kepentingan kepenulisan kita panggil saja dia dengan sebutan Bucinman karena kebiasaannya ngebucin Di FB yang kadang bikin beranda Fb gue penuh sama bucinan dia. Bucinman ini mukanya akulturasi dari arab dan bumbu bumbu jawa demak disana sini. Tinggi lumayan semampai, ya udah memenuhi kriteria tiang listrik lah dan alis tebal kayak Rock lee atau Might guy di anime naruto. Rumahnya enggak jauh jauh amat dari rumah gue, paling 500-700Meteran dari kamar gue, cuma dipisahin beberapa rumah tetangga jadi kalian bisa lari telanjang lewat belakang rumah tetangga gue kalau mau ketemu sama dia tanp...

Terimakasih...

Untuk semua cerita yang telah kita buat bersama, Terima kasih Untuk tiap senyum yang tak pernah mengingkari wajahmu, Terima kasih Cerita tak pernah menjadi sederhana setelah kau turut andil didalamnya Selalu Ada duka yang Bisa kita tertawakan Dan Selalu Ada Rindu yang harus kita rasakan Kita makhluk tuhan, Tak pernah tahu apa yang ia rencanakan Mungkin ia merancang sebuah perpisahan yang pahit Untuk menciptakan pertemuan yang manis Di tepian Rindu ada matamu Menghampakan jiwa yang penuh tanya Bertemu denganmu adalah sebuah keajaiban Berpisah adalah takdir tuhan Terimakasih untuk pundak yang selalu ada saat aku rapuh Terima kasih untuk pelukan hangat ketika jiwa menggigil kedinginan Kita tak sepatutnya mempertanyakan siapa salah Karena mungkin inilah cara tuhan Menunjukan kita Bahwa kita ada di hati yang salah

Saat anda kelas 12 (dan hal tak terduga hari ini)

 Sebenernya gue nggak tau apa tema terbesar gue dalam tulisan kali ini. Tapi karena kegabutan gue udah mencapai tingkat menuju tak terbatas dan melampauinya, gue rasanya mau cerita soal rasanya jadi kelas 12, berhubung gue kemarin perpisahan jadi masih ada roman roman melakolisnya hehe.  Gue udah lahir 17 tahun yang lalu, dan gue udah sekolah sejak 12 tahun yang lalu, sejak gue masih ditungguin emak, berak dicelana dan suka nangis karena masalah sepele sampai sekarang gue udah agak terlatih dalam ranah perberakan nasional (fyi aja  gue enggak bisa ngilangin perasaan berak tiba tiba gue, terutama pas hari senin). Seragam pertama gue adalah seragam biru muda putih, yang cowok standar kayak cowok sekolah pada umumnya, kalau yang cewek mirip masha cuma biru putih bukan pink putih. Dulu jam sekolah mulai Jam 7-10 sebelum berangkat gue biasanya nonton Dora the explorer sambil teriak teriak, spongebob yang jadi tontonan abadi gue sampai sekarang dan kalau gue bangun agak awal...

+62 dalam internet

 Di dunia yang semakin modern mendorong kita jadi manusia manusia yang nggak bisa hidup tanpa internet. Orang dulu cuma nggak bisa hidup tanpa makan dan napas sekarang bertambah jadi nggak bisa hidup tanpa internet. Bagi mereka yang fakir kuota/ sedang mode tanggal tua pun disempet sempetin nginternet walaupun kudu usaha lebih keras kayak nyolong wifi tetangga, minta hotspot temen atau nekat nyolong paket data di counter hp terdekat (yang terakhir enggak gue saranin).       Gue main internet udah hampir 8 tahun, ya jadi gue cukup familiar sama dunia internet, untuk hal yang tabu, wajar, atau diluar nalar udah gue lalui. Gue punya twiter, Bbm, Wa, Instagram, facebook, line dll, gila ya gue kayak artis yang punya banyak akun officialnya wkwkwk. Nah karena itulah gue jadi punya banyak pengalaman dalam menjelajah dunia internet, dan itulah yang membuat gue paham sama kelakuan para penghuni negara +62 dalam mengarungi dunia internet yang maha super mega ekstra luas ...