Langsung ke konten utama

Postingan

Sebuah cerita dari kawan lama

 Jaman Sd adalah jaman dimana kita masih polos polosnya. Mulai dari jadwal suntik tahunan yang horor, pernah dapet nilai 0 gara gara nggak bisa bedain bilangan ganjil dan bilangan genap dan pengalaman pengalaman polos gue lainnya pernah gue lakuin dijaman ini, bahkan gue kadang gue suka mikir "kok gue sepolos itu ya?". Ngomong ngomong soal Sd, Gue punya temen namanya Ahmad hisyam tapi demi kepentingan kepenulisan kita panggil saja dia dengan sebutan Bucinman karena kebiasaannya ngebucin Di FB yang kadang bikin beranda Fb gue penuh sama bucinan dia. Bucinman ini mukanya akulturasi dari arab dan bumbu bumbu jawa demak disana sini. Tinggi lumayan semampai, ya udah memenuhi kriteria tiang listrik lah dan alis tebal kayak Rock lee atau Might guy di anime naruto. Rumahnya enggak jauh jauh amat dari rumah gue, paling 500-700Meteran dari kamar gue, cuma dipisahin beberapa rumah tetangga jadi kalian bisa lari telanjang lewat belakang rumah tetangga gue kalau mau ketemu sama dia tanp...

Terimakasih...

Untuk semua cerita yang telah kita buat bersama, Terima kasih Untuk tiap senyum yang tak pernah mengingkari wajahmu, Terima kasih Cerita tak pernah menjadi sederhana setelah kau turut andil didalamnya Selalu Ada duka yang Bisa kita tertawakan Dan Selalu Ada Rindu yang harus kita rasakan Kita makhluk tuhan, Tak pernah tahu apa yang ia rencanakan Mungkin ia merancang sebuah perpisahan yang pahit Untuk menciptakan pertemuan yang manis Di tepian Rindu ada matamu Menghampakan jiwa yang penuh tanya Bertemu denganmu adalah sebuah keajaiban Berpisah adalah takdir tuhan Terimakasih untuk pundak yang selalu ada saat aku rapuh Terima kasih untuk pelukan hangat ketika jiwa menggigil kedinginan Kita tak sepatutnya mempertanyakan siapa salah Karena mungkin inilah cara tuhan Menunjukan kita Bahwa kita ada di hati yang salah

Saat anda kelas 12 (dan hal tak terduga hari ini)

 Sebenernya gue nggak tau apa tema terbesar gue dalam tulisan kali ini. Tapi karena kegabutan gue udah mencapai tingkat menuju tak terbatas dan melampauinya, gue rasanya mau cerita soal rasanya jadi kelas 12, berhubung gue kemarin perpisahan jadi masih ada roman roman melakolisnya hehe.  Gue udah lahir 17 tahun yang lalu, dan gue udah sekolah sejak 12 tahun yang lalu, sejak gue masih ditungguin emak, berak dicelana dan suka nangis karena masalah sepele sampai sekarang gue udah agak terlatih dalam ranah perberakan nasional (fyi aja  gue enggak bisa ngilangin perasaan berak tiba tiba gue, terutama pas hari senin). Seragam pertama gue adalah seragam biru muda putih, yang cowok standar kayak cowok sekolah pada umumnya, kalau yang cewek mirip masha cuma biru putih bukan pink putih. Dulu jam sekolah mulai Jam 7-10 sebelum berangkat gue biasanya nonton Dora the explorer sambil teriak teriak, spongebob yang jadi tontonan abadi gue sampai sekarang dan kalau gue bangun agak awal...

+62 dalam internet

 Di dunia yang semakin modern mendorong kita jadi manusia manusia yang nggak bisa hidup tanpa internet. Orang dulu cuma nggak bisa hidup tanpa makan dan napas sekarang bertambah jadi nggak bisa hidup tanpa internet. Bagi mereka yang fakir kuota/ sedang mode tanggal tua pun disempet sempetin nginternet walaupun kudu usaha lebih keras kayak nyolong wifi tetangga, minta hotspot temen atau nekat nyolong paket data di counter hp terdekat (yang terakhir enggak gue saranin).       Gue main internet udah hampir 8 tahun, ya jadi gue cukup familiar sama dunia internet, untuk hal yang tabu, wajar, atau diluar nalar udah gue lalui. Gue punya twiter, Bbm, Wa, Instagram, facebook, line dll, gila ya gue kayak artis yang punya banyak akun officialnya wkwkwk. Nah karena itulah gue jadi punya banyak pengalaman dalam menjelajah dunia internet, dan itulah yang membuat gue paham sama kelakuan para penghuni negara +62 dalam mengarungi dunia internet yang maha super mega ekstra luas ...

Manusia tak pernah mengenal sempurna

Hujan turun dikota bandung hari ini, air hujan turun dari cakrawala lalu membasahi apapun yang ada dibawahnya, air hujan memang tak pernah pilih kasih, air hujan yang turun secara perlahan turut membasahi aspal aspal hitam yang menghampar di kota bandung. Tak lain seperti jalan veteran ini, Aku berada di sudut kedai kopi dijalan veteran ketika hujan tengah mengamuk kota ini. "Mas ini kopinya" kata seorang pelayan perempuan ramah padaku. "Eh iya" kataku sambil tersenyum. Pelayan itu lalu menaruh 2 cangkir kopi hangat di atas meja yang ada didepanku, aku tak benar benar terlalu menghiraukan pelayan tadi sehingga aku tak sadar bahwa pelayan tadi telah pergi dari mejaku, meninggalkan 2 cangkir kopi hangat yang siap dinikmati. Pikiranku mengawang hari itu, terlebih setelah seorang pria melakukan tindakan yang tak menyenangkan padaku pagi itu.  Katanya aku orang bodoh, miskin, tak pantas hidup di dunia ini, kira kira begitulah katanya angkuh. Aku bingung darimana i...

Untuk kalian, terima kasih

Dalam hidup akan banyak terjadi pertemuan dan perpisahan. Kita ingat saja udah berapa orang yang kita temui? Dan berapa orang yang udah berpisah dengan kita?. Enggak semua orang kekal nemenin kita sampai ajal menjemput kita, ada yang cuma bakal jadi satu tokoh di satu bab dalam buku kehidupan kita, dan ada yang jadi satu tokoh yang hidup di hampir semua bab buku kehidupan kita. Singkatnya ada beberapa orang yang bakal nemenin kita dalam sisa sisa umur kita, dan ada sebagian orang yang hanya akan menjadi sejarah dalam hidup kita. Gue udah ketemu ribuan orang dalam kehidupan gue, ada yang masih bertahan sampai sekarang, dan ada juga yang udah hilang ngejar jalan hidupnya sendiri. Lewat pertemuan gue jadi tahu banyak sifat sifat manusia, dan lewat perpisahan gue belajar bahwa kadang kita  harus mengenang jasa seseorang dan menghargai waktu bersama orang lain, kira kira itu yang gue pelajari sampai detik ini. Gue mau sedikit bicara soal orang orang yang pernah, masih atau bahkan ...

Para pemuja kesempurnaan

Tak ada manusia yang terlahir sempurna, jangan kau sesali segala yang terjadi. Ya gitu sedikit lirik yang dinyanyiin Rian D'masiv. Gue ingin eee... cerita soal hal yang sama seperti yang diceritain lagu itu, jadi udah tau kan apa yang bakal gue bahas?. Siapa sih yang nggak pengen lahir sempurna? Gue yakin pasti semua orang mendambakan hidup yang sempurna, Gue?  Gak muna kalau gue bilang gue adalah salah satu orang yang pengen lahir sempurna. Pengen lahir tanpa kecacatan sedikitpun supaya gue enggak punya celah buat dijatuhin orang lain.     Tapi kayaknya gue bodoh kalau berharap gitu terus, gue seakan enggak mampu nerima apa yang diberi tuhan buat gue. Dalam kondisi seperti ini, bersyukur adalah hal yang sulit gue lakukan. Padahal sejatinya gue lahir dengan fisik lengkap otak yang agak lumayan smart   dan bisa bernafas tiap detik itu termasuk sebuah berkah tuhan. Gue terlalu melihat apa yang nggak gue bisa, daripada hal yang bisa gue banggain. Enggak bisa ny...