Langsung ke konten utama

Dear mantan

Di dunia ini,adalah kebohongan terbesar kalau ada orang bilang bahwa mereka nggak kenal yang namanya "mantan". Di arus globalisasi yang semakin santer mengarungi dunia nama mantan semakin sering kita dengar.

Kata nathan,mantan itu manis diingatan,adanya dihati terus,emang bener sih hahahaha. Gw juga punya mantan,nggak banyak,cuma 5 . Bahkan gw punya mantan yang 2 mantannya adalah sahabat gw sendiri.  Jadi kalau ngumpul kayak barisan sakit hati karena satu orang. Jika kalian melihat kami bertiga mungkin kalian akan melihat  gambaran 3 orang paling ngenes dimuka bumi ini.

Bicara soal mantan,70% orang akan mengatakan bahwa mereka sangat membencinya. Ada alasannya juga sih,karena kita juga butuh usaha ekstra keras buat ngelupain dia, jadi membenci mantan kadang bisa dikatakan hal normal.

  Gw pernah juga benci sama mantan gw,especially yang terakhir (sekarang enggak benci lagi sih),entahlah menurut gw mantan yang terakhir ini  memang lebih menarik daripada mantan mantan gw lainya. Makanya nggak heran kalau gw kepincut sama dia hehe.
  Gw menjalin hubungan sama dia kurang lebih sebulan kurang,cukup prematur buat mengakhiri sebuah hubungan percintaan. Saat gw masih menyandingnya di otak gw selalu terputer lagu akadnya payung teduh,tapi semenjak putus,semua berubah yang terputer di otak gw adalah soundtrack bukalapak yang "sakit djiwa" dan kadang juga gw pengen nyanyiin ni lagu live didepan dia supaya dia tahu betapa sakit jiwanya gw buat ngelupain dia.

   Gw pernah beliin dia coklat,dengan segala rasa malu gw tahan cuma buat beliin dia coklat,tapi sialnya coklat itu malah dihabisin sama temen temen gw,bener kadang temen bisa selaknat itu.

  Pas baru kita putus dan dia dapet cowok baru,penderitaan gw makin bertambah, kadang gw juga cemburu pas pacar dia dateng ke kelas gw. Dikelas biasanya mereka ngobrol bareng ketawa ketiwi nggak jelas atau sebagainya. Kadang kalau melihat mereka ketawa ketiwi sendiri gw pengen keduanya nggak bisa berhenti ketawa atau gw akan menyebutnya azab,ya jadi m*c tv bakal punya referensi film azab baru. Kira kira gini judulnya " Azab suka ketawa dan sok bahagia bareng pacar di depan mantan, mulut tak bisa tertutup dan terisi wedus gembel serta kemasukan meteor (garden)" biar azabnya unlimited gileh wkwkwk.

  Setengah tahun yang lalu pas pacar dia lulus gw denger pacar dia pergi keluar kota. 80% kalian bakal ngira gw bakal manfaatin keadaan ini buat balikan sama dia atau minimal jadi orang ketiga diantara hubungan dia dan pacarnya,jawaban gw tetep no!  Kemana harga dirilu men! Mending nyari baru daripada 'mungut' sampah yang pernah kita buang (sadis gila hahaha) .

  Soal mantan,emak gw juga termasuk orang yang punya banyak mantan,dia punya 8 orang lelaki yang hatinya pernah ia singgahi. (ciee emak) kata orang,dulu emak gw mirip nike ardila wong emang dia fans berat teteh nike. Gw sering juga jalan bareng emak,terutama kalau lagi pulang kampung. Pas dijalan dia sering nyeritain mantan mantan dia pas masa jayanya dulu.

"Motor kamu tinggian ya,duh jadi inget mas edi (mantan emak dulu)"

"Mas edi?" Gw memasang wajah heran di belakang kemudi motor.

"Iya mantan emak"

"Ohh" jawab gw panjang.

"Mantan kamu berapa ndo?" Emak gw entah punya motivasi apa sampe sampe nanyain hal itu ke gw.

"5,tenang aja ntar emak bakal aku salip kok"

Emak gw cuma terkekeh mendengar jawaban gw,dan selanjutnya dia menceritakan panjang lebar mantan dia mulai dari mereka bertemu sampai pisah,sejenak gw sering mikir kalau emak gw sama sama sering gagal move onnya kayak gw. Dulu suka di katain mirip emak karena emak punya wajah cantik jadi kalau dimirip miripin, ngerasa ganteng gitulah hehehe.

Belajar dari emak gw, bahwa untuk move on untuk enggak perlu membuang kenangan indahnya dulu,cuma kita harus menganggapnya benar benar selesai. Karena kelak kenangan indah bersamanyalah yang bakal kita ceritain sama anak cucu kita kelak sebagai sebuah cerita menarik dan lucu.

inilah hidup,hidup itu soal mengingat dan melupakan,kadang melupakan itu lebih menyakitkan daripada mengingat (dalam kasus lain khusunya pelajaran lebih mudah melupakan daripada mengingat wkwkwk)  tapi ya itulah kenyataan yang udah di skenario sama tuhan. Seiring berjalannya waktu,gw jadi bisa menerima keadaan. Namanya berangsur angsur hilang dari hati gw,dan kenangan bersamanya cuma jadi kisah pembelajaran. Perlahan juga hati gw yang sempat diisi sama dia gw kosongin,gw bersihkan untuk menyambut orang yang baru,orang yang bakal bener bener menempati hati gw dan memilikinya seutuhnya. Mungkin takdir berkata lain, dia (mantan gw) bakal punya orang yang lebih dari gw dan gw pun sebaliknya,gw bakal punya orang yang lebih dari dia.

  Longlast ya sama pacar lo,kalau bisa sampai ke jenjang pernikahan,jangan sama kayak gw dulu,cukup kisah kita berdua aja yang jadi bahan tertawaan anak anak kita kelak. Maaf juga kalau gw terlalu kasar sama lu. Tapi makasih buat semua pelajaran cinta yang pernah lu beri ke gw. Kalau di tulisan ini lu tersingung ya maaf juga,niat gw cuma lucu lucuan hehe sorry ya. Sekali lagi longlast buat lu berdua.

Salam hangat dari mantanlu yang paling guanteng sejagatt raya  :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Sejarah Perkeretaapian Kabupaten Rembang

Assalamualaikum wr.wb. Hai, balik lagi sama gue. Lama gue nggak ngeblog, ya harap maklum lah ya :v nggak sibuk kok, paling siduk tidur makan berak doang wkwkwkwk. Oke untuk sekedar informasi, kali ini gue mau bahas soal sejarah. Ya emang gue orangnya suka sejarah jadi maklum kalau gue cerita soal sejarah, daripada ghibah yakan.   Oke sejarah yang gue maksud kali ini adalah soal sejarah jalur mati kereta api di kabupaten Rembang. Sebelumnya perlu kalian ketahui kalau di Kabupaten Rembang dulu pernah terbentang sebuah Jalur kereta yang menghubungkan antara semarang-bojonegoro dan semarang cepu.  Jalur ini berdiri atas prakarsa dari Joana semarang stoomtram maastchapij atau biasa di singkat sjs. Awalnya sjs hanya membangun jalur dari semarang-juwana yang beroprasi di tahun 1884.  (Peta yang menunjukkan rencana penyambungan Jalur kereta api Babat-Merakurak dengan  Jalur kereta api Bojonegoro-Jatirogo).  Setelah sukses dijalur Semarang-Juwana, Sjs me...

Filosofi dan tutorial ngarit yang baik dan benar.

Hai, udah lama gue nggak ngeblog nih, ada yang kangen nggak? Nggak ada? Oh yaudah. Oke tanpa basi-basa lagi, kali ini gue akan share ilmu yang agak agak bermanfaat buat kalian semua, yaitu gue bakal ngeshare tata cara ngarit yang baik dan benar. Oke tanpa bersabda lebih panjang lagi, mari kita mulai, cekidot. Sejarah Ngarit, atau dalam bahasa indonesia kita menyebutnya "mencari pakan ternak di ladang." (Agak panjang emang, jadi, supaya ringkas kita singkat jadi mptdl/ ngarit.) adalah suatu masa dimana kita membabat rumput secara biadab dan membabi buta untuk dijadikan pakan oleh hewan ternak kita misal, Kambing, Sapi, Ayam, T-rex, pteronodon atau semacamnya. Menurut legenda, ngarit sendiri ditemukan oleh seorang pakar biologi bernama hernandes smahantutn. Di kepulauan madagaskar. Saat itu hewan ternak yang ia pelihara mengalami kelaparan, dirinya kebingungan menuruti nafsu makan hewannya tersebut, karena beberapa hari sebelumnya, beliau sudah mencoba memberi nasi padang...

Yuda dan Wulan

  Suatu hari disuatu sudut sekolah di pertengahan tahun 2018. Di sudut kelas ips 3, yuda seorang siswa setengah jangkung itu berdiri bersandar pada tembok kelas tersebut. Matanya untuk sekejap mengudara mengitari sudut sekolah yang mulai sepi. Hal ini karena angkatannya telah meninggalkan sekolah, dan hanya tersiksa adik-adik kelasnya yang masih berada di dalam kelas. Perbedaan kurikulumlah yang mengakibatkan hal ini bisa terjadi. “Baiklah anak-anak, sepertinya ada yang sedang menunggu kalian diluaran sana.” Kata Bu eko datang dari dalam kelas. Yuda yang sedari tadi melongok dari jendela tiba-tiba menunduk setelah seisi kelas mengalihkan pandangannya ke arah yuda. “Sialan. Bu eko kalau jail emang suka kebangetan.” Gerutunya. “Hei wulan, pangeran yuda sudah siap menjumputmu.” Kata salah satu anak mengejek. Wulan tersenyum sinis, perasaan malu dan senang itu bertarung hebat di dadanya. “Hei yuda, sedang menunggu siapa kamu disana?” Tanya bu eko seolah memulai interoga...