Langsung ke konten utama

Mengenang 10 Tahun kepergian mamah Liem tien bok, dan pengaruh kebudayaan tionghoa bagi saya dan keluarga saya.

 

Hari ini, tepat 10 tahun lalu, kami harus melepas kepergian keluarga non biologis kami, Almarhumah Liem Tien Bok. Banyak orang memanggilnya Cik bok atau mamah bok. Awalnya, beliau beda rt dengan kami, namun karena putranya berniat membuka toko perabot, maka akhirnya mamah bok mengontrak rumah barat kami. Di Rembang, keluarga tionghoa dan pribumi memang melebur menjadi satu hal inilah yang membuat rembang gak punya daerah pecinan karena mayoritas warga tionghoa menyebar melebur bersama penduduk pribumi lainnya, dan hal inilah yang membuat keluarga kami akhirnya menjalin hubungan sangat dekat dengan keluarga beliau, saya ingat, kami sangat sering bertukar makanan terutama mamah bok yang sangat suka dengan kolak pisang buatan nenek, katanya "mumpung mbahmu bikin kolak, cina kayak kami gak pinter bikin kolak. " Katanya sambil tertawa. Mamah bok kristen yang taat, tiap minggu ibu saya selalu dipanggil untuk menulis amplop sumbangan gereja, bukan karena gak bisa menulis tapi karena memang kebiasaan dari dulu, dan pola yang sama pun sering terjadi, dimana ibu saya akan sering lupa dengan nama jawa mamah bok. Ketika itu terjadi, mamah bok hanya menggeleng maklum dan berkata khas nyaring "supiyati." . Sebagai penganut kristen, mamah bok kerap kali menaruh kitab injilnya di meja dekat aquarium, Sayapun kadang iseng membuka kitab injilnya kalau memang penasaran walaupun sering dimarahin ibu. Karena harus pergi ke gereja di daerah pantura rembang, maka tiap hari minggu bisa dipastikan kalau mamah bok tidak akan membuka tokonya atau buka dari jam 1 siang saja sampai sore.

Suaminya? Papah kim sudah meninggal lama, tahun 1980an mungkin dan saya pun tidak terlalu mengenal beliau. Bisnis mamah bok dan papah kim awalnya berjualan balok es dan nomor lotere, namun semenjak papah kim meninggal, mamah bok banting setir menjadi penjual sembako, ya walaupun nama tokonya tetap toko es batu. Sejatinya, jualan mamah bok tidak terbatas hanya pada sembako saja, tapi juga menjual beberapa obat cina seperti patpooo atau mboleiyong, inilah awal saya dan keluarga saya mengenal obat herbal china, dan menjalin kemitraan tak tertulis, dimana nenek saya adalah ahli pijat dengan segala pasien yang datang dari penjuru plat k, maka mamah bok lah apotekernya.

Influece keluarga mamah bok bagi keluarga kami memang sangatlah banyak, bahkan nama saya pun terinspirasi dari cucu beliau. Singkatnya beliau mempunyai seorang cucu bernama Leonardo, anaknya tampan dan pintar, ayah saya yang melihat anak itupun berpikiran bahwa "suatu saat jika aku mempunyai anak, maka akan kunamakan sesuai dengan nama anak ini. " Dan dipilihlah nama leonardo, namun karena terlalu western dan kemungkinan tidak disukai nenek, maka leonardo itu dijadikan ardo, dan ando, jadilah nama ando itu jadi nama depan saya.

Saya memang cukup dekat dengan beberapa cucu beliau, jika anda teman smp saya, anda pasti tau bahwa saya cukup dekat dengan nico, nico takbir sanjaya dan yah beliau adalah cucu dari mamah bok. Namun kedekatan saya dengan nico tidak sedekat saya dengan Agatha belinda agustin, kakaknya nico.

Saat natal tiba, biasanya rumah mamah bok ramai dengan keluarganya, biasanya juga beliau membuat pohon nantal seperti pada foto tersebut ditahun 2007. Saat natal biasanya ia membagi coklat kepada kami sebagai bingkisan. Saat imlek pun sama, walaupun mamah bok memang kristen dan bukan konghucu, beberapa anak mamah bok menjadi pengikut konghucu sehingga mamah bok pun tetap merayakan imlek. Di saat inilah saya biasanya akan mendapat angpau, 50 k peramplop, cukup banyak untuk waktu itu, dan biasanya saya bisa meraup amplop sampai 300k-500k jika benar-benar hoki.


Influence china di kehidupan saya memang sangat banyak karena beliau, dan saya sangat bersyukur bisa mengenal beliau semasa beliau hidup. Semoga 10 tahun kepergian beliau, semua legacy yang ditinggalkan beliau dan nenek saya bisa tetap saya jaga dan rawat. Amin, dan keduanya ditempatkam disisi terbaik tuhan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Sejarah Perkeretaapian Kabupaten Rembang

Assalamualaikum wr.wb. Hai, balik lagi sama gue. Lama gue nggak ngeblog, ya harap maklum lah ya :v nggak sibuk kok, paling siduk tidur makan berak doang wkwkwkwk. Oke untuk sekedar informasi, kali ini gue mau bahas soal sejarah. Ya emang gue orangnya suka sejarah jadi maklum kalau gue cerita soal sejarah, daripada ghibah yakan.   Oke sejarah yang gue maksud kali ini adalah soal sejarah jalur mati kereta api di kabupaten Rembang. Sebelumnya perlu kalian ketahui kalau di Kabupaten Rembang dulu pernah terbentang sebuah Jalur kereta yang menghubungkan antara semarang-bojonegoro dan semarang cepu.  Jalur ini berdiri atas prakarsa dari Joana semarang stoomtram maastchapij atau biasa di singkat sjs. Awalnya sjs hanya membangun jalur dari semarang-juwana yang beroprasi di tahun 1884.  (Peta yang menunjukkan rencana penyambungan Jalur kereta api Babat-Merakurak dengan  Jalur kereta api Bojonegoro-Jatirogo).  Setelah sukses dijalur Semarang-Juwana, Sjs me...

Filosofi dan tutorial ngarit yang baik dan benar.

Hai, udah lama gue nggak ngeblog nih, ada yang kangen nggak? Nggak ada? Oh yaudah. Oke tanpa basi-basa lagi, kali ini gue akan share ilmu yang agak agak bermanfaat buat kalian semua, yaitu gue bakal ngeshare tata cara ngarit yang baik dan benar. Oke tanpa bersabda lebih panjang lagi, mari kita mulai, cekidot. Sejarah Ngarit, atau dalam bahasa indonesia kita menyebutnya "mencari pakan ternak di ladang." (Agak panjang emang, jadi, supaya ringkas kita singkat jadi mptdl/ ngarit.) adalah suatu masa dimana kita membabat rumput secara biadab dan membabi buta untuk dijadikan pakan oleh hewan ternak kita misal, Kambing, Sapi, Ayam, T-rex, pteronodon atau semacamnya. Menurut legenda, ngarit sendiri ditemukan oleh seorang pakar biologi bernama hernandes smahantutn. Di kepulauan madagaskar. Saat itu hewan ternak yang ia pelihara mengalami kelaparan, dirinya kebingungan menuruti nafsu makan hewannya tersebut, karena beberapa hari sebelumnya, beliau sudah mencoba memberi nasi padang...

Krisis Suksesi Kesultanan demak. : Politik dan konflik terselubung antara Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus.

 Abad ke 16, di jawa, tepatnya di tanah milik kesultanan demak terjadi pergolakan besar tentang bagaimana kekuasaan demak hendaknya dipindah tangankan. Sepeninggal Pati unus yang tidak memiliki putera mahkota, sunan surowiyoto atau gelar anumertanya sebagai pangeran sedo ing lepen, menghendaki bahwa ialah yang berhak untuk menyandang mandat sebagai sultan demak menggantikan ayahandanya (raden patah) dan kakaknya (pati unus) . Statusnya sebagai anak sulung ke 2 raden patah membuat ia memiliki kepercayaan diri besar bahwa kelak ialah pewaris yang telah dipilih tuhan untuk menggantikan ayahnya. Suatu keyakinan yang pada dasarnya tak diamini oleh para penghuni istana demak kala itu.  Pada dasarnya kalangan sentono istana lebih memilih sultan trenggono sebagai pengganti raden patah. Kecakapannya dalam memimpin dirasa lebih layak untuk memimpin kesultanan demak ketimbang kakak tirinya. Namun bak cerita klasik, semuanya terbentur oleh paugeran dimana raja harusnya anak lelaki ter...