Langsung ke konten utama

Ando Yuda Maulana, dalam catatan peradaban.

 

Ando Yuda Maulana, merupakan seorang penulis, akademisi, dan pemerhati sejarah yang lahir di Rembang 18 Januari 2002. Beliau lahir pada malam jumat wage, di Ndalem Trah Sumoprawiro di Desa Sulang, Rembang. Meskipun secara administrative tercatat lahir di Jepara, beliau lebih banyak terpengaruh oleh budaya masyarakat rembang yang menekankan pada aspek kebersamaan dan social kultural. Beliau lahir dikalangan keluarga priyayi jawa, kakeknya, Lasmin, adalah anak angkat dari Soma Prawiro, seorang pejabat Belanda yang menduduki posisi mantri kehutanan di daerah sulang (Setara resor pemangku hutan/RPH) di awal abad 20. Hidup di lingkungan priyayi jawa, membuat Ando Yuda mewarisi bakat seni seperti Seni Aksara, bahkan beliau tercatat pernah mengeluarkan 2 buah buku yaitu : Diary Pelajar Setengah Gila, dan Alvacirrus, selain itu juga cukup aktif dalam blog pribadi andominds.blogspot.com dan blog kritisnya di Jurnalsociety.blogspot.com. Ando yuda juga memiliki minat besar dalam kesenian jawa seperti sandiwara ketoprak, wayang orang dan beberapa  kesenian jawa seperti tarian tradisional.

 

Ando yuda tercatat memiliki riwayat pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK Tarbhiyatul Atfal, di desa tubanan, namun uniknuya, beliau hanya menempuh masa studi tknya hanya setahun karena  beliau lulus dalam tes baca dan di sarankan untuk segera naik ke jenjang sekolah dasar. Beliau mengenyam bangku sekolah dasar di SDN 02 Tubanan, Jepara dan lulus pada tahun 2013. Beliau lalu melanjutkan Pendidikan di SMP Negeri 01 Kembang sebelum akhirnya pindah ke SMP Negeri 1 Sulang karena diharuskan untuk menemani masa tua neneknya selepas kepergian dari tantenya (Siti Rukiyati). Setelah lulus smp, beliau melanjutkan Pendidikan ke SMA Negeri 1 sulang sejak tahun 2016 sampai lulus 2019. Sempat beberapa bulan merantau ke batam kepualauan riau, beliau akhirnya memutuskan pualng lagi ke sulang, rembang dan bekerja sebagai helper gudang sparepart otomortif disana. Di agustus 2021, beliau pindah ke CV Qirana Jepara dan bekerja sebagai helper logistic, disaat inilah beliau memutuskan untuk melanjutkan studi di Universitas terbuka sejak tahun 2022-2026.

 

Ando yuda memiliki ketertarikan yang cukup dalam mengenai Sejarah baik dalam konsep peradaban jawa lama atau dalam masa menjelang kemerdekaan. Latar belakang keluarganya yang mempunyai akar Sejarah kuat dengan kesultanan mataram islam membuat beliau cukup peka dalam hal-hal berbau kejawen secara mistika atau secara realita. Kepekaan inilah yang membangun persepsinya bahwa dunia akan terasa sangat cepat dan tidak akan bertahan lama, konsep dari kelahiran, kematian, atau maut merupakan sebuah kepastian yang tidak bisa ditentang. Beliau sangat menjunjung etika moral sebagai mana yang diajarkan secara turun-temurun oleh leluhurnya. Dalam mindsetnya, perlu diberlakukan antara batas berusaha dan bersyukur, hal ini guna menyikapi diri dari kebutaan duniawi yang akhirnya akan merugikan peradaban manusia itu sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Suksesi Kesultanan demak. : Politik dan konflik terselubung antara Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus.

 Abad ke 16, di jawa, tepatnya di tanah milik kesultanan demak terjadi pergolakan besar tentang bagaimana kekuasaan demak hendaknya dipindah tangankan. Sepeninggal Pati unus yang tidak memiliki putera mahkota, sunan surowiyoto atau gelar anumertanya sebagai pangeran sedo ing lepen, menghendaki bahwa ialah yang berhak untuk menyandang mandat sebagai sultan demak menggantikan ayahandanya (raden patah) dan kakaknya (pati unus) . Statusnya sebagai anak sulung ke 2 raden patah membuat ia memiliki kepercayaan diri besar bahwa kelak ialah pewaris yang telah dipilih tuhan untuk menggantikan ayahnya. Suatu keyakinan yang pada dasarnya tak diamini oleh para penghuni istana demak kala itu.  Pada dasarnya kalangan sentono istana lebih memilih sultan trenggono sebagai pengganti raden patah. Kecakapannya dalam memimpin dirasa lebih layak untuk memimpin kesultanan demak ketimbang kakak tirinya. Namun bak cerita klasik, semuanya terbentur oleh paugeran dimana raja harusnya anak lelaki ter...

Filosofi dan tutorial ngarit yang baik dan benar.

Hai, udah lama gue nggak ngeblog nih, ada yang kangen nggak? Nggak ada? Oh yaudah. Oke tanpa basi-basa lagi, kali ini gue akan share ilmu yang agak agak bermanfaat buat kalian semua, yaitu gue bakal ngeshare tata cara ngarit yang baik dan benar. Oke tanpa bersabda lebih panjang lagi, mari kita mulai, cekidot. Sejarah Ngarit, atau dalam bahasa indonesia kita menyebutnya "mencari pakan ternak di ladang." (Agak panjang emang, jadi, supaya ringkas kita singkat jadi mptdl/ ngarit.) adalah suatu masa dimana kita membabat rumput secara biadab dan membabi buta untuk dijadikan pakan oleh hewan ternak kita misal, Kambing, Sapi, Ayam, T-rex, pteronodon atau semacamnya. Menurut legenda, ngarit sendiri ditemukan oleh seorang pakar biologi bernama hernandes smahantutn. Di kepulauan madagaskar. Saat itu hewan ternak yang ia pelihara mengalami kelaparan, dirinya kebingungan menuruti nafsu makan hewannya tersebut, karena beberapa hari sebelumnya, beliau sudah mencoba memberi nasi padang...

Mengenang 10 Tahun kepergian mamah Liem tien bok, dan pengaruh kebudayaan tionghoa bagi saya dan keluarga saya.

  Hari ini, tepat 10 tahun lalu, kami harus melepas kepergian keluarga non biologis kami, Almarhumah Liem Tien Bok. Banyak orang memanggilnya Cik bok atau mamah bok. Awalnya, beliau beda rt dengan kami, namun karena putranya berniat membuka toko perabot, maka akhirnya mamah bok mengontrak rumah barat kami. Di Rembang, keluarga tionghoa dan pribumi memang melebur menjadi satu hal inilah yang membuat rembang gak punya daerah pecinan karena mayoritas warga tionghoa menyebar melebur bersama penduduk pribumi lainnya, dan hal inilah yang membuat keluarga kami akhirnya menjalin hubungan sangat dekat dengan keluarga beliau, saya ingat, kami sangat sering bertukar makanan terutama mamah bok yang sangat suka dengan kolak pisang buatan nenek, katanya "mumpung mbahmu bikin kolak, cina kayak kami gak pinter bikin kolak. " Katanya sambil tertawa. Mamah bok kristen yang taat, tiap minggu ibu saya selalu dipanggil untuk menulis amplop sumbangan gereja, bukan karena gak bisa menulis tapi kare...