Bukankah bunga-bunga yang telah ku semai telah menemui
ajalnya?
Karena aku yakin terakhir kali ku temui bunga-bunga itu, aku
temui mereka mati bersimbah rindu.
Lalu aku telah datang pula pada peneguhan, bahwasannya alam
raya tak akan mengirimkan bunga yang lain lagi.
Kurasa bunga-bunga yang tersedia tak akan mencapai ke
kekalan wangi yang kucintai dulu.
Lalu, lantas mengapa?
Pada penghabisan kepercayaanku pada sorak sorai semesta raya
Kini tumbuh satu bunga yang jauh dari genggamanku
Seperti seolah menggodaku untuk meruntuhkan langit untuk
membawanya terbang bersama
Menikmati segala wangi yang telah hilang dari segala panca
indraku
Dia mencederai kepercayaanku
Bahwa rinduku telah habis di hujam oleh bunga yang kini menghuni
taman lainnya.
Tapi bunga baru itu, terlalu jauh untuk jatuh kepelukannku.
Dan membuatkan tanya pada doaku
Haruskah ku minta tuhanku untuk membuatnya menjadi pengghuni
abadi taman bungaku?
Atau hanya jadi kepercayaan bahwa akan selalu tumbuh bunga
yang akan ku miliki hingga lenyapnya nyawaku?
Komentar
Posting Komentar