Langsung ke konten utama

Akan selalu begitu

Katamu kau membenci pagi

Disaat rekan sejawatmu membius bisanya

Kau tetap anggun

Kau tetap memagari bibirmu dengan senyum

Walaupun kau sedikit memaksanya


Katamu kau lemah

bak daun kering yang tertiup angin

Tapi

Keluhmu sangat pelit

Tangismu banyak

Jelasmu padaku


Katamu kau membenci pagi itu

Tapi kau selalu kembali

Kau selalu hadir 

Untuk pura pura semua berjalan sesuai rekam nada

Mengalun irama 

Memungkas semua tangismu yang tertahan malam lalu


Karena kamu memang begitu

Dan akan tetap seperti itu

Karena kamu,

Salah satu singularitas alam semesta

Dan hanya pada dirimu

Rasa kagumku menempatkan dirinya dengan damai


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi dan tutorial ngarit yang baik dan benar.

Hai, udah lama gue nggak ngeblog nih, ada yang kangen nggak? Nggak ada? Oh yaudah. Oke tanpa basi-basa lagi, kali ini gue akan share ilmu yang agak agak bermanfaat buat kalian semua, yaitu gue bakal ngeshare tata cara ngarit yang baik dan benar. Oke tanpa bersabda lebih panjang lagi, mari kita mulai, cekidot. Sejarah Ngarit, atau dalam bahasa indonesia kita menyebutnya "mencari pakan ternak di ladang." (Agak panjang emang, jadi, supaya ringkas kita singkat jadi mptdl/ ngarit.) adalah suatu masa dimana kita membabat rumput secara biadab dan membabi buta untuk dijadikan pakan oleh hewan ternak kita misal, Kambing, Sapi, Ayam, T-rex, pteronodon atau semacamnya. Menurut legenda, ngarit sendiri ditemukan oleh seorang pakar biologi bernama hernandes smahantutn. Di kepulauan madagaskar. Saat itu hewan ternak yang ia pelihara mengalami kelaparan, dirinya kebingungan menuruti nafsu makan hewannya tersebut, karena beberapa hari sebelumnya, beliau sudah mencoba memberi nasi padang...

Krisis Suksesi Kesultanan demak. : Politik dan konflik terselubung antara Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus.

 Abad ke 16, di jawa, tepatnya di tanah milik kesultanan demak terjadi pergolakan besar tentang bagaimana kekuasaan demak hendaknya dipindah tangankan. Sepeninggal Pati unus yang tidak memiliki putera mahkota, sunan surowiyoto atau gelar anumertanya sebagai pangeran sedo ing lepen, menghendaki bahwa ialah yang berhak untuk menyandang mandat sebagai sultan demak menggantikan ayahandanya (raden patah) dan kakaknya (pati unus) . Statusnya sebagai anak sulung ke 2 raden patah membuat ia memiliki kepercayaan diri besar bahwa kelak ialah pewaris yang telah dipilih tuhan untuk menggantikan ayahnya. Suatu keyakinan yang pada dasarnya tak diamini oleh para penghuni istana demak kala itu.  Pada dasarnya kalangan sentono istana lebih memilih sultan trenggono sebagai pengganti raden patah. Kecakapannya dalam memimpin dirasa lebih layak untuk memimpin kesultanan demak ketimbang kakak tirinya. Namun bak cerita klasik, semuanya terbentur oleh paugeran dimana raja harusnya anak lelaki ter...

Mengenang 10 Tahun kepergian mamah Liem tien bok, dan pengaruh kebudayaan tionghoa bagi saya dan keluarga saya.

  Hari ini, tepat 10 tahun lalu, kami harus melepas kepergian keluarga non biologis kami, Almarhumah Liem Tien Bok. Banyak orang memanggilnya Cik bok atau mamah bok. Awalnya, beliau beda rt dengan kami, namun karena putranya berniat membuka toko perabot, maka akhirnya mamah bok mengontrak rumah barat kami. Di Rembang, keluarga tionghoa dan pribumi memang melebur menjadi satu hal inilah yang membuat rembang gak punya daerah pecinan karena mayoritas warga tionghoa menyebar melebur bersama penduduk pribumi lainnya, dan hal inilah yang membuat keluarga kami akhirnya menjalin hubungan sangat dekat dengan keluarga beliau, saya ingat, kami sangat sering bertukar makanan terutama mamah bok yang sangat suka dengan kolak pisang buatan nenek, katanya "mumpung mbahmu bikin kolak, cina kayak kami gak pinter bikin kolak. " Katanya sambil tertawa. Mamah bok kristen yang taat, tiap minggu ibu saya selalu dipanggil untuk menulis amplop sumbangan gereja, bukan karena gak bisa menulis tapi kare...