Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Apakah mati itu menyenangkan?

  Ini memang sulit untuk ditulis nampaknya.   Terlalu banyak pergulatan batin terjadi, karena kadang gue merasa gue masih nggak tumbuh menjadi orang dewasa Ketika menulis ini.   Jika masa lalu bisa diulang Kembali, walaupun itu bayarannya sangat mahal, apakah kamu akan tetap melakukannya? Saya akan menebak jika kalian semua akan menjawab iya tanpa pikir Panjang. Saya pun akan berpikir demikian awalnya. Siapa yang tidak merindukan bangun di pagi hari tanpa harus merasakan rasa sialan harus bertemu orang-orang seperti mereka lagi, saya akan lakukan semua hal agar bisa lagi bangun, menatap ke arah jam tidur kamar saya dan berpikir “Ah sialan, saya lupa mengerjakan pr lagi tadi malam” sebagai sumber keresahan terbesar hidup saya.   Tidak, saya tidak akan terlalu banyak menceritakan tentang dirinya terlalu panjang lagi, nampaknya kalian juga sudah sangat jengah dan bosan mendengar hal itu.   Saya sudah tidak menyukai Perempuan itu sejak   setahun yang la...

Mengenang 10 Tahun kepergian mamah Liem tien bok, dan pengaruh kebudayaan tionghoa bagi saya dan keluarga saya.

  Hari ini, tepat 10 tahun lalu, kami harus melepas kepergian keluarga non biologis kami, Almarhumah Liem Tien Bok. Banyak orang memanggilnya Cik bok atau mamah bok. Awalnya, beliau beda rt dengan kami, namun karena putranya berniat membuka toko perabot, maka akhirnya mamah bok mengontrak rumah barat kami. Di Rembang, keluarga tionghoa dan pribumi memang melebur menjadi satu hal inilah yang membuat rembang gak punya daerah pecinan karena mayoritas warga tionghoa menyebar melebur bersama penduduk pribumi lainnya, dan hal inilah yang membuat keluarga kami akhirnya menjalin hubungan sangat dekat dengan keluarga beliau, saya ingat, kami sangat sering bertukar makanan terutama mamah bok yang sangat suka dengan kolak pisang buatan nenek, katanya "mumpung mbahmu bikin kolak, cina kayak kami gak pinter bikin kolak. " Katanya sambil tertawa. Mamah bok kristen yang taat, tiap minggu ibu saya selalu dipanggil untuk menulis amplop sumbangan gereja, bukan karena gak bisa menulis tapi kare...