Bukankah bunga-bunga yang telah ku semai telah menemui ajalnya? Karena aku yakin terakhir kali ku temui bunga-bunga itu, aku temui mereka mati bersimbah rindu. Lalu aku telah datang pula pada peneguhan, bahwasannya alam raya tak akan mengirimkan bunga yang lain lagi. Kurasa bunga-bunga yang tersedia tak akan mencapai ke kekalan wangi yang kucintai dulu. Lalu, lantas mengapa? Pada penghabisan kepercayaanku pada sorak sorai semesta raya Kini tumbuh satu bunga yang jauh dari genggamanku Seperti seolah menggodaku untuk meruntuhkan langit untuk membawanya terbang bersama Menikmati segala wangi yang telah hilang dari segala panca indraku Dia mencederai kepercayaanku Bahwa rinduku telah habis di hujam oleh bunga yang kini menghuni taman lainnya. Tapi bunga baru itu, terlalu jauh untuk jatuh kepelukannku. Dan membuatkan tanya pada doaku Haruskah ku minta tuhanku untuk membuatnya menjadi pengghuni abadi taman bungaku? Atau hanya jadi kepercaya...
Sebuah jurnal hidup, mencatat tentang mimpi, kenangan, humor, pemikiran, ketakutan dan berbagai hal acak lainnya. Sebuah intisari dari Ando yuda untuk membagi cerita kepada dunia